BANGSA REMAJA
Berjuta Kembang Berhamburan
Menghiasi Tanah-tanah bangsa
Dengan Beribu hitung Berfikir
Mencari Benih-Benih Prajurit Sejati
Pohon Merindang, Buah Melebat
Waktu Kian Menuntut dan Terus Mengejar
Disaat Kabut Berkabung
Dunia Akan Terlihat Samar
Maka,
Alirkanlah Semua Percik Mimpi
Kobarkanlah Api Semangat Kasih
Hapuskanlah Debu Kecut Jiwa
Dan Terbangkanlah Angin Harap Bangsamu
Mungkin,
Kami Bukan Remaja Berprestasi
Tapi kami Mampu Menghadirkan Semangat Juang yang Tinggi
Mungkin,
Kami bukan Remaja Modern saat ini
Tapi kami mampu Menghadirkan bangsa Berbagai Ekspresi
Dalam Hati,
Bangsa kami Berharap
Semoga Kami Menjadi Bangsa Remaja Yang Berbakti
Bangsa Remaja Yang Berada Dibarisan Depan Kepercayaan
dan Menjadi Penerus bangsa yang Berguna
BAYANGAN KU..
Dari balik tirai udara aku memandangmu
Aku bersembunyi di antara kencangnya tiupan angin
Derai air mataku selalu kering terhembus angin
Dan air itu terbang bersama harapan kelentera langit
Mencari cahaya yang takkan padam
Menahan segala debu yang harus kuhembuskan
Kau hanya diam dan tak mengerakan daunmu
Setelah aku melewatimu dan aku mulai dekatimu
Gerakankan daunmu hanya untuk yang lain
Sedang aku selalu membisikan cinta padamu
Lewat angin yang berhembus menemaniku
Mustinya, bisikan itu sampai ditelingamu
Apa kau tak dengar!
Atau kau hanya mendengar dan tak balaskan itu
Setiap hari angin yang kuhembuskan terlalu kencang untukmu
Sehingga aku lupa harus menghembuskan kepada yang lain
Masihkah kau menghiraukannya
Dan kesejukan itu hanya kau terima
Aku ingin kau balaskan itu
Sedikit untukku
Bangkitkanlah aku dalam gerak indahmu
Agar kubisa hembuskan angin dengan rasa bahagia
By : Akira
Awan..
Awan melangkahkan kakinya di langit lepas
Menghias langit biru agar selalu terlihat indah
Awanpun berlarian dikejar angin
Namun, ia tak pernah lelah memutari bumi
Suara membahana di langit lepas
Mengundang para awan yang sedang bersedih
Menguras air kesedihannya hingga tenang
Dan awan itu kembali senang
Cahaya mentari menemani awan bermain riang
Mengundang pelangi menghibur kesedihan
Menghadirkan beribu senyuman indah yang terkembang
Membisikan apa yang harus dilakukan
Keindahan dan ketenangan awan
Akan terus terlihat dilangit lepas
Bilamana awan itu menangis
Awanpun akan ceria kembali
By : Akira
KAU..
Setiap hari, kau laksana udara yang selalu ada dalam khayalku
Segala pesonamu selalu terlintas dalam otakku
Dermaga hati selalu ku siapkan saat kau ada didekatku
Pulaumu terlalu jauh kulampaui
Aku bisa tenggelam sebelum aku sampai padamu
Setiap hari, kau laksana tanaman dalam mimpiku
Tempat berteduh dari hujan dan terik mentari
Kau yang selalu menemaniku dan kurawat dirimu
Walau dalam mimpi aku begitu menyayangimu
Setiap hari, kau laksana permadani berkilauan
Semua orang memperhatikan segala lekuk indah bentukmu
Aku hanya menatap keindahan itu dari kejauhan
Permadani itupun hanya tertawa disaat aku menangis
Setiap hari, kau laksana masa lalu yang indah
Mengukir segala kenangan yang tak ada habisnya
Aku tau ini tak berarti untukmu
Tapi aku, tak bisa menghapuskan segala yang telah aku ukir tiap hari
Selamanya tetaplah dihatiku
Setiap hari, kau laksana idola yang dipuja banyak orang
Begitu banyak kata untukmu, begitu banyak kata cinta untukmu
Begitu banyak pujaan untukmu
Kau menikmatinya tapi api dalam hatiku terasa meredup dan ingin menghilang
Kini kau tau betapa segarnya bunga hatiku
Dan aku puas telah menerima cahaya mentarimu
Hal itu hanyalah debu yang menyentuhmu
Dan rasa yang penuh bunga ini untukmu
By : Akira
Dari balik tirai udara aku memandangmu
Aku bersembunyi di antara kencangnya tiupan angin
Derai air mataku selalu kering terhembus angin
Dan air itu terbang bersama harapan kelentera langit
Mencari cahaya yang takkan padam
Menahan segala debu yang harus kuhembuskan
Kau hanya diam dan tak mengerakan daunmu
Setelah aku melewatimu dan aku mulai dekatimu
Gerakankan daunmu hanya untuk yang lain
Sedang aku selalu membisikan cinta padamu
Lewat angin yang berhembus menemaniku
Mustinya, bisikan itu sampai ditelingamu
Apa kau tak dengar!
Atau kau hanya mendengar dan tak balaskan itu
Setiap hari angin yang kuhembuskan terlalu kencang untukmu
Sehingga aku lupa harus menghembuskan kepada yang lain
Masihkah kau menghiraukannya
Dan kesejukan itu hanya kau terima
Aku ingin kau balaskan itu
Sedikit untukku
Bangkitkanlah aku dalam gerak indahmu
Agar kubisa hembuskan angin dengan rasa bahagia
By : Akira
Awan..
Awan melangkahkan kakinya di langit lepas
Menghias langit biru agar selalu terlihat indah
Awanpun berlarian dikejar angin
Namun, ia tak pernah lelah memutari bumi
Suara membahana di langit lepas
Mengundang para awan yang sedang bersedih
Menguras air kesedihannya hingga tenang
Dan awan itu kembali senang
Cahaya mentari menemani awan bermain riang
Mengundang pelangi menghibur kesedihan
Menghadirkan beribu senyuman indah yang terkembang
Membisikan apa yang harus dilakukan
Keindahan dan ketenangan awan
Akan terus terlihat dilangit lepas
Bilamana awan itu menangis
Awanpun akan ceria kembali
By : Akira
KAU..
Setiap hari, kau laksana udara yang selalu ada dalam khayalku
Segala pesonamu selalu terlintas dalam otakku
Dermaga hati selalu ku siapkan saat kau ada didekatku
Pulaumu terlalu jauh kulampaui
Aku bisa tenggelam sebelum aku sampai padamu
Setiap hari, kau laksana tanaman dalam mimpiku
Tempat berteduh dari hujan dan terik mentari
Kau yang selalu menemaniku dan kurawat dirimu
Walau dalam mimpi aku begitu menyayangimu
Setiap hari, kau laksana permadani berkilauan
Semua orang memperhatikan segala lekuk indah bentukmu
Aku hanya menatap keindahan itu dari kejauhan
Permadani itupun hanya tertawa disaat aku menangis
Setiap hari, kau laksana masa lalu yang indah
Mengukir segala kenangan yang tak ada habisnya
Aku tau ini tak berarti untukmu
Tapi aku, tak bisa menghapuskan segala yang telah aku ukir tiap hari
Selamanya tetaplah dihatiku
Setiap hari, kau laksana idola yang dipuja banyak orang
Begitu banyak kata untukmu, begitu banyak kata cinta untukmu
Begitu banyak pujaan untukmu
Kau menikmatinya tapi api dalam hatiku terasa meredup dan ingin menghilang
Kini kau tau betapa segarnya bunga hatiku
Dan aku puas telah menerima cahaya mentarimu
Hal itu hanyalah debu yang menyentuhmu
Dan rasa yang penuh bunga ini untukmu
By : Akira
Awal dan Akhir
Kutunggu datangnya Mentari Esok
Dan Menanti suatu yang kan datang menemani mentari pagi
Yang kan hangatkan bumi
Yang kan gerakkan bumi setelah beristirahat dimalam hari
Senyuman yang selalu teriring diwajahku
Tak menggambarkan apapun
Serta tak memberikan arti bahagia dalam langkahku
Karna ku tak bisa langkahkan kakiku kesana
Ketempat dimana aku bisa tersenyum lepas bagai angin
Namun kutau itulah ke-egoanku
Bukan hanya satu langkah kan bahagiakanku
Tapi, masih ada beribu langkah menuju kebahagiaan
Dan kini kutau aku tak boleh berputus asa
Langkah itu bukanlah untukku
Dan kan kulangkahkan kakiku kearah sebelahnya
Hanya Dirimu
Langit tetap berwarna biru cerah
Dan bumipun masih berudara
Tapi, aku merasakan kegelapan yang terus menyesakan dada
Lepaskan segala resahku
Lepaskan segala gundahku
Berpihaklah padaku
Sayapku sedang terluka
Bantu aku berjalan
Sembuhkan lukaku
Setiap denting berbunyi adalah aku butuh dirimu
Aku merindukanmy
Pagiku mekar malamku mengucup
Langkahmu berderu setiap debu membawa serbukan bungaku kehadapanmu
Kau ucapkan sesuatu yang tak bisa kuraba
Tapi jelas ditelingaku terdengar derap langkahmu yang selalu melewatiku seriap hari
Aku ingin kau bisikan ditelingaku sesuatu yang bisa aku artikan
Memandangimu adalah hal yang kudamba saat ini
Mendengarkan suaramu menghilangkan sedikit kerinduan dalam hatiku
Esok hari,
Aku ingin berteny denganmu
Berdiri dihadapanmu dengan senyum dan katakan
“aku ingin kau tau serbuk bungaku takkan pernah bisa kau lepaskan dari tubuhmu”
dan aku tetap berada dibelakangmu memperhatikanmu, selalu……….
Dunia baru
Didunia baruku
Semerbak harum yang berbeda desekitarku
Segala kenangan indahku
Bagai kupu-kupu yang selalu mengitariku
Derai tawa itu tak pernah kudengar sebelumnya
Beda, namun tak mengartikan apapun
Ingin kukenal segalanya yang baru
Dengan rasa hati yang penuh kepuaasan
Akhirnya dapat kutinggalkan duri tajam itu
Tapi tentu saja kini hatiku hampa
Sungguh tak mengartikan apa-apa
Mereka hanya muncul sebagai bayang semu
Dan tangis bahagia itulah yang mrmisahkan segalanya
TIDAK!!
Setan kau berhasil
Tertawalah dengan keras
Hingga semuanya mengkasihaniku
Aku selalu benci dengan sikapku
Mengapa kau selalu berhasil menghatui aku
Hingga aku sesat sesuai dengan keinginanmu
Air mataku adalah bukti keberhasilanmu
Kau pasti takkan pernah berhenti
Sampai aku jadi temanmu di neraka nanti
Tidak!!
Akan ku katakan tidak untuk selamanya
Dan itu harus kau tau..
Kau takkan pernah bisa menandingi penciptamu
Sekalipun kau tak terima keputusanku..
Aku tau, kau takkan pernah relakan hal itu..
Kekalahan bukan berarti penyerahan diri..
Aku kalah, tapi tidak akan lagi..
Aku benci sikapmu..
Takkan ku biarkan kau hancurkan segalanya
Adikku, keluargaku, teman-temanku, dan semua yang kukenal
Adalah harta yang berharga bagiku..
Takkan pernah akan kuberikan satupun padamu..
Kau juga harus tau itu..
Aku tak mau kau sesatkan lagi..
Aku punya kekuatan yang besar
Allah lah yang akan membantuku
Bukan kau yang menyatakan dirimu RABB, sang pemelihara
TIDAK!!!
Sekali lagi kukatakan tidak padamu..
Air mataku hanya untuk ALLAH dan bukan untukmu.
Seperti para pejuang yang lain.
Yang berjuang di jalan ALLAH
Kau..!! Setan adalah musuh ku..
Ingat..!!
Aku takkan pernah bermain lagi denganmu..